wordpress
JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia mencatat maraknya transaksi pada pasar keuangan domestik setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri mengakibatkan pangsa kepemilikan asing pada portofolio rupiah ikut meningkat.
Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah di Jakarta, Rabu (22/9/2010), mengatakan, antara 14-17 September terjadi aliran masuk dari investor asing pada SBI sebesar Rp 4,20 triliun dengan pangsa naik dari 15,90 persen menjadi 22,43 persen.
Di samping itu, positifnya perkembangan bursa domestik juga menarik minat investor asing untuk melakukan net beli saham yang jumlahnya dalam sepekan mencapai Rp 3,32 triliun.
BI juga mencatat investor asing menjual dollar AS sebesar kumulatif 1,214 miliar dollar AS seiring dengan minat yang tinggi terhadap aset keuangan domestik, terutama SBI dan saham. Sementara korporasi masih menjadi net buyer terbesar (net kumulatif 430 juta dollar AS).
Data kepemilikan asing di SBI hingga 17 September total sebesar Rp 56,47 triliun atau meningkat Rp 12,29 triliun dibanding posisi 31 Desember 2009 sebesar Rp 44,81 triliun.
Jumlah itu terdiri dari dana asing di SBI tiga bulan Rp 25,87 triliun, di SBI enam bulan Rp 29,70 triliun, dan SBI sembilan bulan Rp 0,9 triliun.
Sementara itu, aliran dana asing yang berinvestasi di Bursa Efek Indonesia sampai 17 September mencapai Rp 19,29 triliun atau meningkat Rp 6 triliun dibanding posisi 31 Desember 2009.
Sebelumnya Bank Indonesia terus melakukan berbagai kebijakan untuk mengurangi bahaya hot money atau dana asing yang mudah keluar dari Indonesia, antara lain, dengan memberikan jangka waktu minimal satu bulan kepemilikan asing di SBI serta menghapus lelang SBI mingguan.